Update Covid-19 Sukoharjo: Positif Tembus 503 Kasus, 112 Aktif Berpotensi Menular

Update Covid-19 Sukoharjo: Positif Tembus 503 Kasus, 112 Aktif Berpotensi Menular
Pj Sekda Sukoharjo Kasus Positif Covid Wonogiri Waspadai Virus Corona PT KAI, Pasien OPD di Sukoharjo Karanganyar, Penyebaran Corona di Pemerintah Kabupaten Boyolali Covid-19 Sragen Ijtima Gowa Pasangan Senting Sambi Boyolali Penyebaran Covid-19 Indonesia 3 Juli kasus Wonogiri

Solopos.com, SUKOHARJO – Laju penyebaran pandemi Covid-19 di Sukoharjo semakin masif. Jumlah pasien positif yang tersebar di 12 kecamatan mencapai 503 orang.

Informasi yang dikumpulkan Solopos.com, Kamis (10/9/2020), jumlah penderita positif Covid-19 di Sukoharjo melebihi 503 orang. Rinciannya, jumlah penderita positif dengan gejala 195 dan 308 tanpa gejala.

Dari jumlah tersebut masih ada 112 pasien positif aktif yang berpotensi menularkan virus ke orang lain. Terdiri dari 59 orang di isolasi mandiri, 15 orang diisolasi dari rumah sehat corona dan 38 orang dirawat di rumah sakit.

Awas! Razia Topeng di Solo Dimulai Sore Ini, Pembobolan Dipidana Bersihkan Sungai

Sebaran 112 kasus positif Covid-19 yang masih ada atau aktif tersebar di 11 kecamatan di Sukoharjo. Kecamatan Grogol masing-masing 15 orang, Kecamatan Kartasura 22 orang, Tawangsari 17 orang, Nguter sembilan orang, Bendosari satu orang, Sukoharjo empat orang.

Kemudian tujuh orang dari Kecamatan Baki, Mojolaban enam orang, Polokarto 15 orang, Bulu 10 orang, dan Gatak enam orang. Untuk Kabupaten Weru saat ini sudah bebas dari kasus positif korona.

Untuk kasus positif, kematian meningkat dari 17 menjadi 18 orang. Sedangkan jumlah pasien positif yang dinyatakan sembuh sebanyak 373 orang.

“Beberapa pasien dengan gejala dirawat di RS rujukan Covid-19. Ada beberapa pasien positif tanpa gejala yang dirujuk ke rumah sehat Covid-19 di Desa Mandan, Kecamatan Sukoharjo,” ujar Juru Bicara Percepatan Covid-19 Covid-19 Sukoharjo , Yunia Wahdiyati, saat dihubungi Solopos.com, Kamis.

Pulang ke Solo, inilah andalan Titiek Soeharto

Kluster ASN

Yunia berkata bahwa satgas melakukannya menelusuri Kontak dekat dengan jajaran pertama pegawai negeri sipil (ASN) yang terpapar virus Covid-19. Ada dua ASN yang terpapar Covid-19, yakni Pjs (Pj) Sekda Sukoharjo, Widodo, dan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu (DPMPTSP) Sukoharjo, Abdul Haris Widodo.

Baca:  Kasus Bullying ABG di Alkid Solo, Kapolresta: Silakan Berdamai, Penyidik Masih Bekerja!

Saat ini, kontak dekat lini pertama Abdul Haris Widodo telah menjalani tes mengepel dan melakukan karantina sendiri. Beberapa kontak terdekatnya yang pertama adalah kolega di kantornya.

Atas hasil uji Hasil swabnya belum keluar, kantor DPMPTSP Sukoharjo akan ditutup sementara mulai hari ini. “Kantor DPMPTSP Sukoharjo ditutup sementara. Setelah tes mengepel berangkat dengan hasil negatif bisa dibuka kembali untuk pengabdian masyarakat, ”ujarnya.

Sore berjemur telanjang di pantai, wanita ini diperkosa dan dirampok

Layanan manajemen perizinan dilakukan on line dengan menggunakan sistem On line Pengiriman Tunggal (OSS). Pelaku usaha atau masyarakat yang ingin mengurus perizinan tidak perlu datang ke kantor DPMPTSP Sukoharjo.

Satgas akan kembali mengevaluasi perkembangan penyebaran pandemi Covid-19 selama sepekan. Kegiatan rapid test atau tes cepat massal akan diintensifkan kembali sebagai deteksi dini antibodi tubuh. Jika hasilnya tes cepat dinyatakan reaktif segera ditindaklanjuti dengan tes mengepel untuk mengetahui apakah terkena virus Covid-19 atau tidak.

Postingan Update Covid-19 di Sukoharjo: Positif Menembus 503 Kasus, 112 Aktif Berpotensi Menular muncul pertama kali di Solopos.com.