Warga Gesi Ditemukan Meninggal di Rumah Plumbungan Sragen

Warga Gesi Ditemukan Meninggal di Rumah Plumbungan Sragen
Empat orang petugas yang mengenakan hazmat dan alat pelindung diri lengkap mengevakuasi jenazah yang ditemukan di sebuah rumah di Bangun Asri, Plumbungan, Karangmalang, Sragen, Senin (12/10/2020) malam. (Khusus-BPBD Sragen)

Solopos.com, SRAGEN – Warga beralamat Dukuh Pinggir RT 018 / RW 004, Tanggan, Gesi, Sragen, Sukatno, 44, ditemukan tewas di sebuah rumah di Kampung Bangun Asri RT 016, Plumbungan, Karangmalang, Sragen, Senin (12/10/2020) ) pukul 21.30 WIB.

Petugas menemukan indikasi adanya luka di kepala dan darah yang keluar dari mulut, hidung dan telinga pada tubuh warga Gesi yang meninggal tersebut.

Evakuasi dilakukan oleh tim SAR gabungan, TNI / Polri, dan warga dan dikondisikan pada pukul 22.48 WIB.

Hari Ini Dalam Sejarah: 13 Oktober 1917, Keajaiban Matahari Muncul

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sragen Sugeng Priyono kepada Solopos.com, Selasa (13/10/2020) menyampaikan bahwa tetangga korban tidak keluar rumah selama dua hari.

Ia mengatakan, para tetangga berinisiatif memeriksa rumah korban dan menemukan bahwa korban sudah meninggal. Kejadian tersebut kemudian dilaporkan ke pihak terkait untuk proses evakuasi.

“Korban meninggal dengan luka di bagian kepala, keluar darah dari mulut, hidung, telinga, mata, dan kulit terkelupas. Petugas melakukan visum eksternal pada jenazah di lokasi kejadian,” jelasnya.

Bentuk Grup Musik Anak Yth Juliets, Titi DJ Ciptakan Generasi Baru …

Ia menambahkan, penanganan jenazah menggunakan prosedur standar protokol kesehatan.

“Informasi awal temuan jenazah didapat dari PSC 119 lalu kami segera mengirimkan tim reaksi cepat untuk dievakuasi,” ujarnya.

Tidak Ditemukan Tanda Penganiayaan

Sugeng mengatakan, evakuasi jenazah dilakukan dengan melibatkan 23 orang dari unsur BPBD, PSC 119, PMI, Puskesmas Karangmalang, Polri, aparat Kelurahan Plumbungan, korban '. keluarga, dan penduduk lokal.

Sedangkan berdasarkan hasil pemeriksaan luar terhadap jenazah Sukatno tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan. Luka di kepala dan keluarnya darah dari mulut, telinga dan mata diduga akibat terjatuh.

Baca:  Kasus COVID-19 naik, Myanmar perintahkan warga Yangon di rumah saja

Penjelasan tersebut disampaikan Kapolres Sragen AKBP Raphael Sandhy Cahya Priambodo melalui Kapolsek Karangmalang AKP Mujiyono saat dihubungi. Solopos.com, Selasa pagi.

PBHI Jawa Tengah: 260 Orang Jadi Korban Pelanggaran HAM oleh Aparat

Muji menjelaskan, keberadaan jenazah tersebut ditemukan warga sekitar pukul 19.00 WIB. Insiden tersebut, kata dia, dilaporkan oleh warga sekitar
Supomo, 51 tahun. Saat polisi datang, pintu rumah dibuka paksa oleh warga setelah melihat korban meninggal.

Dia mengatakan korban ditemukan terbaring telentang, mengarah ke timur, mengenakan kaos dalam dan celana pendek di mesin pencuci piring dekat kamar mandi.

“Kemudian petugas melakukan pemeriksaan jenazah oleh tim identifikasi Polsek Sragen dan tim medis dari Puskesmas Karangmalang. Hasil pemeriksaan tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan terhadap korban,” ujarnya.

Kemudian, kata Mujiyono, jenazah diserahkan kepada para korban '. keluarga. Menurutnya, pihak keluarga menerima kejadian tersebut dengan ikhlas.

Postingan warga Gesi yang ditemukan tewas di rumah Plumbungan di Sragen muncul pertama kali di Solopos.com.