Jasad Harni Akhirnya Ditemukan di WGM Wonogiri, 37 Km dari Sungai Belik Pucung

Jasad Harni Akhirnya Ditemukan di WGM Wonogiri, 37 Km dari Sungai Belik Pucung

Solopos.com,WONOGIRI — Jasad Suharni, 37, warga Gondang Legi RT 001/RW 002, Tambak Merang, Girimarto, Wonogiri, yang diduga hanyut di aliran Sungai Belik Pucung desa setempat sudah ditemukan pada Senin (2/11/2020) petang.

Jasad Suharni ditemukan di genangan air Waduk Gajah Mungkur atau WGM Wonogiri, tepatnya di Dusun Gudang, Desa Pokoh Kidul, Kecamatan Wonogiri, Wonogiri, sekitar pukul 17.30 WIB. Penemuan jenazah di genangan WGM dipastikan jasad Suharni setelah dilakukan visum di RSUD Wonogiri.

Berdasarkan data yang dihimpun Solopos.com dari SAR Wonogiri, jarak ditemukannya jasad Harni dari lokasi kejadian sejauh 37 kilometer.

Ketua SAR Wonogiri, Agus Widodo, melalui Kepala Bidang Operasi SAR Wonogiri, Tri Cahyana, mengatakan dengan ditemukannya jasad Suarni proses pencarian atau operasi ditutup pada Senin malam.

Ia mengatakan setelah berhasil dievakuasi sekitar pukul 19.39 WIB, jasad korban langsung dibawa ke RSUD Wonogiri untuk dilakukan visum. Dari hasil visum tersebut, dipastikan jenazah tersebut merupakan jasad Harni.

“Kami berterima kasih kepada seluruh pihak yang turut membantu dalam pelaksanaan operasi SAR yang dimulai dari 31 Oktober hingga 2 November,” kata Tri.

Salah satu anggota SAR Wonogiri yang turut melakukan pencarian, Ashari Mursito Wisnu, mengatakan korban kali pertama ditemukan oleh salah satu satpam atau penjaga alat berat proyek di WGM. Kawasan itu ditutup sehingga tidak ada orang umum bisa masuk.

Sekitar pukul 17.30 WIB, menurut dia, satpam tersebut dimungkinkan tengah melakukan kontrol di sekitar kawasan proyek. Kemudian melihat ada jenazah yang mengapung di pinggiran genangan air. Melihat hal itu, kejadian lantas dilaporkan ke Polres Wonogiri.

“Polres kemudian berkoordinasi dengan tim pencarian yang ada di Girimarto. Karena di Girimarto terdapat orang yang hanyut belum ditemukan,” kata dia saat dihubungi Solopos.com, Selasa (3/10/2020).

Baca:  Resmi! Harjo Bakal Maju Lawan Jekek di Pilkada Wonogiri 2020

Setelah tim SAR mendatangi lokasi penemuan jenazah, kata dia, jasad korban sudah tidak di tepi genangan, karena sudah terkena arus.

“Jarak jasad korban dengan tepi genangan sekitar 100 meter,” ungkap dia.

Menurut dia, jauhnya jasad terseret dari lokasi kejadian cukup masuk akal karena arus air cukup deras. Selama tiga hari pencarian dari Sabtu (31/10/2020) hingga Senin, terjadi hujan deras di wilayah Wonogiri, termasuk di lokasi pencarian.

“Selain itu arus air di sungai tidak hanya terdorong dari Girimarto, namun juga terdorong arus air dari Kecamatan Jatipurno. Jadi memang cukup deras,” kata dia.

Wisnu sendiri juga terlibat dalam pencarian sejak Sabtu. Selama melakukan pencarian, kendala yang dihadapi selain arus deras yakni kontur atau medan sungai. Di sungai banyak bebatuan, sampah dan pohon bambu. Meski demikian, tim SAR diuntungkan dengan kondisi sungai yang tidak lebar.

“Saat hujan kami istirahat karena berisiko. Namun meski pada malam hari hujan sudah reda, pencarian dilanjutkan. Karena kondisinya tidak memungkinkan. Jika tidak segera dilanjutkan, dikhawatirkan hujan turun lagi dan jenazah semakin jauh. Kami optimis bisa menemukan karena anaknya bisa ditemukan satu kilometer dari lokasi kejadian,” kata Wisnu.

Sekretaris Camat Girimarto, Mawan Tri Hananto, mengatakan berdasarkan hasil visum, jenazah dipastikan jasad Harni diperkuat dengan adanya ciri-ciri tubuh korban.

“Terdapat tahi lalat bagian dagu sebelah kiri dan rambut panjang yang sama dengan korban,” kata dia.

The post Jasad Harni Akhirnya Ditemukan di WGM Wonogiri, 37 Km dari Sungai Belik Pucung appeared first on Solopos.com.