Balita Dicat Silver, Eksploitasi Anak Ini Bikin Miris!

Balita Dicat Silver, Eksploitasi Anak Ini Bikin Miris!

Baru-baru ini, seorang netizen di Bekasi, Jawa Barat membagikan cerita di akun Facebook-nya tentang pria perak. Kali ini si pria perak bukanlah seorang pemuda, lho Mampaps, melainkan seorang ibu dengan dua anak. Sedihnya, eksploitasi terhadap anak ini terjadi pada usia yang sangat muda yaitu 6-7 tahun dan balita dalam gendongannya.

Satyo Utomo, pemilik akun Facebook, membagikan informasi pria perak itu pada 11 November 2020. Peristiwa ini terjadi di bundaran Jatiasih Komsen, Bekasi saat pulang kerja.

Ia menyayangkan sang ibu menggendong anaknya yang masih balita dan ditemani seorang anak lain yang tubuhnya bercat perak. Tentu ini salah satu bentuk eksploitasi anak, dimana anak tersebut dipekerjakan dibawah umur.

Mampaps tentu sangat berang ketika melihat aksi eksploitasi manusia perak pada anak ini, karena cat yang digunakannya bisa berbahaya atau terkena kanker kulit bagi yang pernah menggunakannya pada kulit secara langsung. Apalagi kulit anak-anak, terutama balita, masih sangat rentan dan sensitif.

Eksploitasi Anak di Jalanan

Sumber gambar: cdn.dnaindia.com

Tidak jarang anak jalanan selalu eksis di kota besar, biasanya mereka bertindak dengan berbagai cara untuk mendapatkan uang dari pengguna jalan lain. Ada yang sekedar menyeka debu di kaca depan dengan menggunakan kemoceng, ada yang nyanyi ke pengendara mobil dan motor, ada juga yang langsung minta uang seperti tukang perak.

Baca juga: Kekerasan pada Anak Saat Pandemi Meningkat, Cari Tahu Penyebabnya!

Foto viral pria perak dengan aksinya itu mengarah ke pemeriksaan Kapolsek Bekasi Kota, Abi Huraira, Jumat (13/11) lalu. Menurutnya, lelaki perak ini adalah ibu dan anak kandung dan sang ibu sengaja mengecat anaknya untuk kepentingan ekonomi. Saat ini petugas sudah mengamankan ibu dan anak untuk diberikan pembinaan.

Contoh Eksploitasi Anak

Eksploitasi anak-anak

Sumber gambar: asianews.it

Eksploitasi merupakan tindakan yang bertujuan untuk memanfaatkan secara berlebihan dan sewenang-wenang. Tindakan ini tentunya berdampak pada pihak lain, baik manusia maupun lingkungan.

Jadi, eksploitasi anak itu sendiri merupakan tindakan yang mengeksploitasi anak, biasanya dilakukan oleh keluarga atau masyarakat secara paksa tanpa memperhatikan pertumbuhan mental dan fisik anak tersebut.

Contoh eksploitasi meliputi:

  • Memaksa dan memanfaatkan anak-anak untuk mengemis dan menjadi pemulung
  • Memaksa anak-anak menjadi pengamen
  • Menggunakan anak-anak untuk menjadi penjual koran
  • Saat hujan, anak-anak terpaksa menjadi taksi payung
  • Memaksa anak di bawah umur menjadi pekerja seks komersial
  • Gunakan anak-anak untuk melakukan hal lain demi popularitas dan keuntungan ekonomi

Tentunya banyak sekali contoh di atas yang kita jumpai di lingkungan sekitar Mampaps, salah satunya adalah si silver man yang menjadi perbincangan netizen kemarin. Sungguh memalukan, jika kita terus melakukan tindakan ini!

Begitu, Jika Mampaps melihat eksploitasi anak di lingkungan atau di jalanan, ada baiknya dilaporkan kepada pihak terkait untuk mendapatkan perlindungan.

Baca:  Kalimat yang Disukai Anak, Ucapkan Yuk Ma Agar Si Kecil Bahagia

Dampak Eksploitasi Anak

Eksploitasi anak-anak

Eksploitasi anak tentu berdampak pada perkembangan anak tersebut. Pasalnya, anak terpaksa melakukan sesuatu yang seharusnya tidak menjadi pekerjaannya, tentu psikolognya akan terganggu. Di mana dunia mereka seharusnya sedang bermain, namun oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab memaksa mereka untuk bekerja.

Baca Juga: Anak Nakal Dianiaya dan Diusir Orang Tua, Sedih Ma!

Tak hanya itu, berikut beberapa dampak eksploitasi terhadap anak lain:

  • Anak-anak belajar berbohong karena mereka takut melakukan kesalahan
  • Merasa kurang adanya kasih sayang orang tua, sehingga akan sulit mempercayai orang lain
  • Harga diri rendah dan menunjukkan perilaku yang merusak
  • Anak akan mengalami gangguan, terutama interaksi psikologis dan sosial
  • Si kecil bisa melecehkan anaknya

Sanksi bagi Pelaku Eksploitasi Anak

sumber gambar: mentalfloss.com

Pastinya marah pada pelaku eksploitasi anak, tentu akan ada sanksi bagi yang memaksa anak melakukan pekerjaan yang seharusnya bukan pekerjaannya.

Perlu diketahui, seperti dikutip dari bpsdm.kemenkumham.go.id, larangan eksploitasi anak diatur dalam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Terakhir diubah dengan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2016 Dalam Pasal 76i disebutkan bahwa:

"Setiap orang dilarang menempatkan, mengizinkan, terlibat, memerintahkan pelaksanaan, atau berpartisipasi dalam eksploitasi ekonomi dan / atau seksual anak."

Melindungi anak dari eksploitasi ekonomi dan / atau seksual merupakan perlindungan khusus yang harus diberikan oleh Pemerintah, Pemerintah Daerah, dan lembaga negara lainnya, serta melibatkan berbagai perusahaan, serikat pekerja, organisasi nonpemerintah, dan masyarakat.

Selain itu, bpsdm.kemenkumham.go.id juga menjelaskan bahwa sanksi eksploitasi anak dapat dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan / atau denda paling banyak Rp. 200.000.000,00 (dua ratus juta rupiah). Hal tersebut diatur dalam Pasal 88 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Mencegah Eksploitasi Anak

Peran orang tua dan lingkungan menjadi salah satu hal penting agar eksploitasi ini bisa dicegah lho Mampaps! Sebab, melindungi anak dari tindak kekerasan dan kejahatan menjadi tanggung jawab semua pihak.

Baca juga: Viral Mama Cambuk Anak, Hentikan Kekerasan Dalam Rumah Tangga pada Anak!

Jadi, jika seseorang di lingkungan Mampaps melakukan praktik semacam ini, sebaiknya segera berikan perlindungan kepada anak agar tumbuh kembangnya baik dan sesuai dengan usianya. Jangan takut untuk melaporkannya ke pihak berwajib, agar tindakan ini bisa segera diatasi.

Eksploitasi anak sangat disayangkan jika terjadi, walaupun pada dasarnya karena alasan ekonomi, hal tersebut tidak boleh terjadi. Apalagi bagi mereka yang mempekerjakan anak di jalanan bahkan menjadi pekerja seks komersial. Mampaps, mari bekerja sama mencegah eksploitasi anak mulai hari ini.

Pos Balita Dicat Perak, Eksploitasi Anak Ini Sedih! muncul pertama kali di Mamapapa.id.