Begini Strategi Mbak Yuni Bangkitkan Korban PHK di Masa Pandemi

Begini Strategi Mbak Yuni Bangkitkan Korban PHK di Masa Pandemi
Strategi Mbak Yuni untuk korban PHK

Solopos.com, SRAGEN – Lebih dari 1.000 warga Sragen menjadi korban PHK (PHK) saat Pandemi Covid-19 sejak pertengahan Maret lalu. Sebagai calon bupati, Mbak Kusdinar Untung Yuni Sukowati memiliki sejumlah strategi untuk meningkatkan taraf hidup korban PHK di Bumi Sukowati.

Jika terpilih kembali menjadi Bupati Sragen pada periode berikutnya, sejumlah strategi yang disiapkan Mbak Yuni antara lain pemberian bantuan modal sebagai stimulan kepada para korban PHK. Dalam hal ini Mbak Yuni akan menganggarkan Rp 10 Miliar / tahun yang dapat diakses sebagai modal usaha bagi para korban PHK.

“Pemerintah perlu hadir untuk memberikan solusi atas permasalahan yang dihadapi warga khususnya korban PHK. Kami akan memberikan pelatihan agar mereka mau memulai usaha. Dana stimulan sebesar Rp 10 miliar / tahun dapat diakses sebagai modal usaha bagi UMKM. Kami akan hadirkan inkubator usaha kecil. Kami akan membantu memasarkan produk UMKM melalui market place. Ini salah satu program nyata dan nyata yang harus dilaksanakan, "ujar Mbak Yuni dalam debat publik pendalaman visi. dan misi calon bupati dan wakil bupati yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sragen di Gedung Sasana Manggala Sukowati, belum lama ini.

Pasien Covid-19 asimtomatik di Technopark Sragen masih dapat memilih untuk pemilihan kepala daerah

Kreatif dan Inovatif

Pakar ekonomi kreatif dari Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Atwal Arifin, mengatakan banyak terjadi PHK selama pandemi tersebut. Di satu sisi, hal itu menghadirkan masalah baru bagi Pemerintah Kabupaten Sragen. Namun di sisi lain, banyaknya korban PHK justru memunculkan kreativitas dalam berwirausaha.

Salah satu masalah yang dihadapi nanti, kata Atwal, tidak mudah mengubah pola pikir masyarakat. Yakni dari mereka yang biasanya berprofesi sebagai karyawan hingga menjadi pemilik bisnis yang dituntut kreatif dan inovatif.

Baca:  Mantul, Petani di Sragen Produksi Pupuk dari Kotoran Cacing

Anggota DPR Ini Ungkap Hikmah Pandemi Covid-19 Bagi Pelaku UMKM Indonesia

Menanggapi hal tersebut, Mbak Yuni mengakui bahwa seorang pegawai tidak terbiasa dengan kreativitas dan inovasi. Hal ini dikarenakan mereka biasanya bekerja sesuai dengan tugas pokok dan fungsi yang telah ditentukan oleh pimpinan perusahaan. Padahal, mereka hanya perlu datang ke kantor untuk bekerja dan akan mendapatkan penghasilan rutin setiap bulan.

“Kalau mau jadi wirausaha, korban PHK harus pandai memeras otak bagaimana berinovasi. Saya temui banyak anak muda yang memulai bisnis saat pandemi. Bisnis baru ini mulai tumbuh subur di Sragen. Bisnis bisa berkembang dengan baik. Industri kreatif ini perlu terus didorong, ”kata Mbak Yuni.

Postingan Inilah Strategi Mbak Yuni Menghidupkan Kembali Korban PHK di Masa Pandemi muncul pertama kali di Solopos.com.