Wah, Resmi Sekolah Tatap Muka Batal!

Wah, Resmi Sekolah Tatap Muka Batal!

Setelah dikabarkan menerapkan sekolah tatap muka, kini Pemprov DKI Jakarta secara resmi menyatakan sekolah tatap muka dibatalkan. Tentunya kebijakan ini diambil demi keselamatan dan kesehatan para guru dan siswa yang akan melaksanakan kegiatan belajar mengajar dalam satu ruangan. Nah, usai libur sekolah ini, pemerintah melanjutkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau sekolah online pada semester genap 2020/2021.

Perlu diketahui, kebijakan ini tertuang dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) tentang Pedoman Pelaksanaan Pembelajaran Semester Genap Tahun Ajaran dan Tahun Ajaran 2020/2021 saat Pandemi Covid-19.

Nadiem Makarim Menyatakan Sekolah Tatap Muka Dibatalkan

Sumber gambar: makassar.tribunnews.com

Pandemi yang terjadi saat ini belum juga berakhir, sehingga kondisi tersebut semakin memprihatinkan masyarakat, terutama para orang tua yang anaknya kembali bersekolah secara tatap muka. Namun, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Nadiem Makarim kembali memutuskan dan mengumumkan bahwa rencana sekolah tatap muka dibatalkan pada Januari 2021.

Baca Juga: Pro dan Kontra Sekolah Tatap Muka Januari 2021

Nadiem mengatakan adanya kekhawatiran jika pembukaan kembali sekolah tatap muka menjadi alasan kuat pembatalan rencana tersebut. Pasalnya, kasus virus corona di beberapa daerah, khususnya di Jakarta, mengalami peningkatan yang cukup memprihatinkan.

Memang sebelumnya Kemendikbud Nadiem sudah mendapat izin dari satgas agar kegiatan belajar mengajar bisa dilaksanakan pada Januari 2021. Semua persiapan sudah dilakukan, seperti imbauan spanduk protokol kesehatan yang dipasang di dinding kelas dan setiap sudut ruang kelas. sekolah. Penyemprotan desinfektan juga telah dilakukan di setiap ruang kelas dan lainnya, bahkan masker dan kaca depan sudah lama terbelah.

Tapi apa mau dikata, sekolah tatap muka dibatalkan karena kondisi pandemi yang belum tahu bagaimana ceritanya berakhir.

Jika Sekolah Tatap Muka Dilakukan, Apa Syaratnya?

Sekolah tatap muka dibatalkan

Di penghujung tahun 2020, Kemendikbud Nadiem Makarim memang telah mengumumkan bahwa sekolah tatap muka dapat dilaksanakan dengan ketentuan sebagai berikut:

Ada Izin dari Tiga Pihak

Sekolah yang akan mengantongi izin sekolah tatap muka harus mendapat izin dari tiga pihak, yaitu pemerintah daerah / kantor daerah / Kementerian Agama, kepala sekolah, dan perwakilan orang tua melalui komite sekolah. Jika tidak ada izin dari ketiga pihak, sekolah tatap muka akan dibatalkan atau tidak boleh dilaksanakan, jelas Nadiem. Namun, jika semua orang sudah mendapat izin dan orang tua tidak mengizinkan, itu tidak menjadi masalah. Karena orang tua berhak atas kesehatan anak-anaknya.

Melakukan Pemeriksaan Sebelum Sekolah Tatap Muka Dimulai

Selain mendapat izin dari 3 pihak, dalam penyelenggaraan sekolah tatap muka sekolah harus memenuhi beberapa persyaratan dan beberapa checklist yang sama dengan SK bersama sebelumnya. Syarat yang harus dipenuhi pihak sekolah saat menyelenggarakan sekolah tatap muka adalah:

  1. Tersedianya fasilitas sanitasi dan kebersihan, seperti toilet bersih dan cocok digunakan oleh guru dan siswa. Serta alat cuci tangan dengan menggunakan sabun atau hand sanitizer dan disinfektan.
  2. Mampu mengakses fasilitas pelayanan kesehatan.
  3. Memiliki thermogun.
  4. Kesiapan mengaplikasikan masker wajib di sekolah.
  5. Memiliki pemetaan penduduk satuan pendidikan yang memiliki penyakit penyerta tidak terkontrol, tidak memiliki akses transportasi yang aman, memiliki riwayat perjalanan dari daerah dengan tingkat risiko tinggi Covid-19 atau riwayat kontak dengan orang yang dipastikan positif Covid-19 dan belum menyelesaikan isolasi independen.
  6. Dapatkan persetujuan dari komite sekolah atau perwakilan orang tua atau wali.
Baca:  Ma, Ternyata Sariawan Ganggu Tumbuh Kembang Anak Lho!

Jadi, enam syarat tersebut harus dipenuhi agar sekolah tatap muka dapat dilaksanakan dengan baik.

Baca juga: Si Kecil Mau Sekolah Dasar? Ayo, bantu persiapkan semangat

Mematuhi dan Melakukan Protokol Kesehatan yang Benar

Jika syarat satu dan dua sudah terpenuhi, Kemendikbud Nadiem Makarim menjelaskan bahwa sekolah harus menerapkan protokol kesehatan yang baru. Bahwa sekolah tatap muka tidak melaksanakan sekolah seperti dulu, tetapi menggunakan protokol kesehatan jaman normal baru. Nadiem juga mengimbau agar sekolah dapat bersosialisasi dengan sekolah agar mematuhi tata tertib kesehatan selama berada di lingkungan sekolah.

Risiko Sekolah Tatap Muka dengan Kondisi Saat Ini

Sekolah tatap muka dibatalkan

Sumber gambar: pexels.com

Keputusan untuk membatalkan sekolah tatap muka bisa menjadi salah satu hal yang tepat untuk dilakukan. Apalagi ketika muncul strain baru virus corona yang kabarnya sangat mudah menular dan menyebar cukup cepat, serta angka positifnya masih tinggi. Padahal, menurut para ahli, mutasi Covid-19 ini sangat mudah menyerang anak-anak.

Risiko sekolah tatap muka selama pandemi ini cukup memprihatinkan, hal ini dibenarkan oleh Ketua IDAI Aman B Pulungan, ia mengatakan telah terjadi peningkatan jumlah kasus Covid-19 setelah dibukanya kembali sekolah di tengah pandemi telah terjadi. di berbagai negara seperti Korea Selatan, Perancis, Amerika Serikat, dan Israel.

Dikutip dari Kesehatan Liputan6.com, Aman B Pulungan juga menyampaikan bahwa “Membuka sekolah untuk kegiatan belajar mengajar secara tatap muka berisiko tinggi terjadi lonjakan kasus COVID-19, karena anak masih dalam proses membentuk berbagai perilaku hidup yang baik sehingga menjadi Kebiasaan rutin di kemudian hari, "pada hari Selasa, 2 Desember 2020.

Apa pendapat Anda tentang Mampaps & # 39; sekolah tatap muka dibatalkan? Apapun keputusannya, tentunya ini akan menjadi keputusan yang baik untuk kesehatan kita. Peta. Sehat selalu, jangan lupa untuk mengingat pesan Anda.

Kiriman Wow, Sekolah Resmi Tatap Muka Batal! muncul pertama kali di Mamapapa.id.