Mengulas Insentif dan Perkiraan Harga Mobil Tanpa PPnBM, Berminat Beli?

Mengulas Insentif dan Perkiraan Harga Mobil Tanpa PPnBM, Berminat Beli?
Ilustrasi pajak progresif kendaraan

Solopos.com, JAKARTA– Untuk mendongkrak daya beli masyarakat, khususnya kendaraan roda empat atau mobil, pemerintah memutuskan untuk menanggung Pajak Penjualan Atas Barang Mewah (PPnBM).

Demikian disampaikan Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartanto. Menurut dia, instrumen kebijakan diskon PPnBM akan diterbitkan Kementerian Keuangan dan berlaku mulai 1 Maret 2021.

“Jadi kita dorong dengan skema PPnBM [pajak penjualan atas barang mewah] Pemerintah akan menanggungnya untuk kendaraan di bawah 1.500 cc dengan kandungan lokal 70 persen, ”ujarnya dalam forum pimpinan redaksi, seperti dilansir Bisnis.com, Kamis (11/2/2021).

Baca juga: Kasus Miring Covid-19 Bikin Tesla Percaya Diri Bangun Pabrik di India

Lantas, bagaimana detail kebijakan insentif PPnBM? Bagaimana pengaruhnya terhadap industri otomotif dan konsumen? Berikut adalah rangkuman 5 fakta insentif PPnBM yang akan dikeluarkan pemerintah, mulai dari tahap diskon, kriteria, hingga harga mobil setelah mendapat diskon PPnBM.

1. Kriteria

Pemerintah menanggung PPnBM untuk kendaraan roda empat atau mobil dengan kriteria yaitu kapasitas mesin di bawah 1.500 cc dengan kandungan lokal di atas 70 persen.

Dengan kata lain, kendaraan yang mendapat insentif dan potongan harga PPnBM sudah diproduksi di Indonesia dan bahan serta suku cadangnya buatan industri dalam negeri. Pembebasan PPnBM dan insentif diskon berlaku untuk mobil dengan penggerak 4×2, termasuk sedan.

Baca juga: KRL Jogja-Solo Tambah Perjalanan, Ini Jadwal Terbaru

2. Tahapan Diskon

Pemberian insentif PPnBM akan dilakukan secara bertahap selama 9 bulan dimana setiap tahapan akan berlangsung selama 3 bulan.

Pemberian insentif PPnBM sebesar 100 persen dari tarif tersebut akan diberikan pada tahap pertama yaitu Maret-Mei 2021. Selanjutnya, insentif PPnBM sebesar 50 persen dari tarif akan diberikan pada tahap kedua yaitu Juni-Agustus 2021. Terakhir, insentif PPnBM adalah 25 persen dari tarif. akan diberikan pada tahap ketiga yaitu September-November 2021.

Baca juga: Mal di Solo kembali heboh setelah aturan ini dicabut

3. Daftar Mobil

Mengacu pada kriteria yang ditetapkan pemerintah, pembebasan dan potongan PPnBM akan diberlakukan untuk mobil yang mendominasi pasar otomotif Indonesia. Adapun jenis mobil yang mendapat potongan PPnBM hingga 0 persen, 25 persen, hingga 50 persen antara lain Honda Brio, Toyota Avanza, Mitsubishi Xpander, Toyota Rush, dan Suzuki Ertiga.

Selain merek dan tipe mobil yang disebutkan di atas, diperkirakan Toyota Yaris, Honda Jazz dan Toyota Vios juga akan masuk dalam daftar mobil yang akan mendapatkan insentif PPnBM.

Baca juga: Masih Relaksasi Sektor Keuangan, Ini Ketentuan Perusahaan Pembiayaan dari OJK

4. DP Nol Persen

Selain insentif PPnBM, Pemerintah juga telah mengusulkan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk mendukung kebijakan tersebut dengan merevisi ketentuan uang muka (DP).

Baca:  Bisakah Penetrasi Vagina Tanpa Merobek Selaput Dara?

Pemberian insentif pengurangan PPnBM perlu didukung dengan revisi kebijakan OJK yang mendorong kredit pembelian kendaraan bermotor, yakni melalui ketentuan uang muka atau DP 0 persen.

Saat ini, aturan mengenai uang muka sudah tertuang dalam Peraturan OJK Nomor 35 / POJK.05 / 2018. Pasal 20 memperbolehkan perusahaan multifinance dengan kondisi sehat atau netto 1 persen rasio pembiayaan bermasalah (NPF) untuk menerapkan DP nol persen. . Namun, multifinance dengan NPF 1 persen hingga 3 persen harus memberlakukan DP minimal 10 persen dari harga kendaraan bermotor.

Baca Juga: Harga Emas Hari Ini (19/2/2021): Cenderung Stabil

5. Harga mobil

Berikut adalah daftar lengkap perkiraan harga mobil yang masuk kriteria pembebasan PPnBM:

Honda Brio RS:
Harga: Rp188,5 juta
Tanpa PPnBM: Rp 170 juta

Toyota Yaris:
Harga: Rp 257,7 juta – Rp 304,25 juta
Tanpa PPnBM: Rp 239 juta – 273 juta

Honda Jazz:
Harga: Rp255 juta – Rp298,5 juta
Tanpa PPnBM: 229 juta – Rp 267 juta

Toyota Avanza
Harga: Rp 200,2 – Rp 231,250 juta
Tanpa PPnBm: Rp 180 juta – Rp 208 juta

Suzuki Ertiga
Harga: Rp 210,5 juta – Rp254,5 juta
Tanpa PPnBM: Rp 189,45 juta – Rp 229,05 juta

Mitsubishi Xpander
Harga: Rp.221,4 juta – Rp.278,9 juta
Tanpa PPnBm: Rp199,26 juta – Rp251,01 juta

Daihatsu Xenia
Harga: Rp 196,75 juta – Rp 240,65 juta
Tanpa PPnBm: Rp 177.075 juta – Rp216.585 juta

Honda mobilio
Harga: Rp 207,5 juta – Rp 252,5 juta
Tanpa PPnBM: Rp. 186,75 juta – Rp. 227,25 juta

Toyota Rush
Harga: Rp 257,7 juta – Rp 279,1 juta
Tanpa PPnBM: Rp 231.930 juta – Rp 251,19 juta

Daihatsu Terios
Harga: Rp 214,45 juta – Rp 269,050 juta
Tanpa PPnBM: Rp. 193.005 juta – Rp. 242.145 juta

Honda BR-V
Harga: Rp 253,5 juta – Rp 296 juta
Tanpa PPnBM: Rp.228,15 juta – Rp266,4 juta

Suzuki XL7
Harga: Rp 236,5 juta – Rp 273,5 juta
Tanpa PPnBM: Rp 212.850 juta – Rp 246,15 juta

Mitsubishi Xpander Cross
Harga: Rp 276,5 juta – Rp 299,5 juta
Tanpa PPnBM: Rp 248,85 juta – Rp 269,55 juta

Toyota Vios
Harga: Rp 311,9 juta – Rp 346,85 juta
Tanpa PPnBM: Rp261 juta – Rp296 juta

Postingan Meninjau Insentif dan Estimasi Harga Mobil Tanpa PPnBM, Tertarik Membeli? muncul pertama kali di Solopos.com.