Jagal Satu Keluarga Di Baki Sukoharjo Minta Keringanan Hukuman Seumur Hidup

Jagal Satu Keluarga Di Baki Sukoharjo Minta Keringanan Hukuman Seumur Hidup
tedakwa pembunuhan satu keluarga Sukoharjo, terdakwa pembunuh nampan

Solopos.com, SUKOHARJO – Penjagal keluarga pengusaha rental mobil di Duwet, Kecamatan Baki, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, Henry Taryatmo, 41 tahun, resmi mengajukan kasasi ke Pengadilan Tinggi (PT) Semarang.

Banding diajukan karena terdakwa pembunuhan satu keluarga di Baki tidak puas dengan putusan hakim Pengadilan Negeri Sukoharjo (PN).

Kuasa hukum tergugat yang ditunjuk oleh negara, Bambang Tri, mengatakan, terdakwa keberatan dengan hukuman mati yang dijatuhkan majelis hakim di tingkat PN. Oleh karena itu terdakwa mengajukan kasasi ke PT Semarang.

Baca juga: Hutang Negara Rp 50.000, 4 Pria Mabuk Pisau di Sragen

“Harapannya majelis hakim di Pengadilan Tinggi bisa meringankan hukuman bagi terdakwa. Minimal hukuman seumur hidup, bukan hukuman mati,” ujarnya. Solopos.com, Rabu (3/3/2021).

Dia mengaku sebagai tergugat dalam keterkejutan hukuman mati yang dijatuhkan oleh majelis hakim pada tingkat pengadilan pertama. Terdakwa berharap majelis hakim tingkat kedua menemukan materi lain yang dapat mereduksi hukuman menjadi seumur hidup.

"Kami tinggal menunggu proses kasasi," ujarnya.

Baca juga: Hukuman Mati Kasus Pembunuhan Baki Sukoharjo: Jaksa dan Tergugat Berpikir

Selain terdakwa, Jaksa Penuntut Umum (JPU) juga mengajukan banding atas kasus pembunuhan sebuah keluarga di Baki.

Kasus Tukang Daging Kartasura

Banding terdakwa mengingatkannya pada kasus tukang jagal Kartasura. Kasus pembunuhan dukun palsu, Yulianto bin Wiro Sentono, divonis mati oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Sukoharjo pada 2011. Yulianto membunuh tujuh korban, salah satunya anggota Kopassus Kandang Menjangan Grup 2.

Seperti diketahui di Pengadilan Negeri Sukoharjo tingkat pertama, Yulianto divonis hukuman mati. Tak puas dengan putusan tersebut, terpidana kemudian mengajukan kasasi ke Pengadilan Tinggi Jawa Tengah (PT Jateng) di Semarang.

Putusan kasasi keluar pada 5 Juli 2011. Hasilnya, PT Jawa Tengah membenarkan putusan Pengadilan Negeri Sukoharjo, kemudian terpidana mengajukan kasasi. Setelah kasasi ditolak, terpidana mengajukan PK. Dan sekarang tinggal menunggu keputusan PK.

Baca:  9 Cara Jitu untuk Mengusir Semut Bandel di Rumah

Baca juga: Pembunuh Satu Keluarga di Syok Baki Sukoharjo Dijatuhi Hukuman Mati

Senada dengan Henry Taryatmo, Yulianto dijerat pasal 340 juncto Pasal 65 KUHP tentang pembunuhan berencana.

Majelis Hakim menjatuhkan hukuman mati karena Jagal Kartasura dinilai terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan pembunuhan berencana.

Melihat kasus Jagal Kartasura, Bambang menyatakan sesuai harapan terdakwa, Majelis Hakim di tingkat PT telah menemukan materi baru yang mengurangi hukumannya.

Baca juga: Terungkap! Tergugat Pembunuhan, Baki Sukoharjo, Membayar Selimut Dengan Uang Hasil Penjualan Mobil Korban

Pengacara keluarga korban, Suparno, meminta majelis hakim PT Semarang menolak kasasi terdakwa.

Menurutnya, perbuatan terdakwa layak dihukum mati karena memenuhi unsur Pasal 340 KUHP, yakni pembunuhan berencana.

Sebagai informasi, terdakwa Henry Taryatmo membunuh empat nyawa dalam satu keluarga yang terdiri dari Suranto, 42 dan istrinya Sri Handayani, 36, serta dua orang anak masing-masing Rafael Refalino Ilham, 10 dan Dinar Alvian Hafidz, 5.

Postingan Tukang Daging Satu Keluarga di Baki Sukoharjo Minta Keringanan Hukuman Hidup muncul pertama kali di Solopos.com.