Wali Kota Semarang Gencarkan Gerakan Jarik Masjid

Wali Kota Semarang Gencarkan Gerakan Jarik Masjid
Walikota Semarang, Hendrar Prihadi, Masjid Jarik, Masjid Baiturrahim Barusari, Masjid Semarang, Pemerintah Kota Semarang

Solopos.com, SEMARANG – Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi kembali menggiatkan Gerakan Masjid Jarik pada bulan puasa Ramadhan kali ini. Gerakan Jarik Masjid adalah akronim dari gerakan mendandani hari Jumat atau membersihkan masjid.

Gerakan yang dicanangkan Hendi – panggilan akrab Wali Kota Semarang – pada bulan puasa ini dimulai di Masjid Baiturrahman, Barusari, Semarang Selatan, Jumat (16/4/2021). Hendi mengatakan, kegiatan Masjid Jarik tahun ini juga sebagai upaya menjaga kesehatan masyarakat dalam beraktifitas di masjid.

Pasalnya, aktivitas di masjid kini telah dibuka kembali, meski pandemi Covid-19 belum berakhir. “Dalam kegiatan Masjid Jarik tahun ini kami tidak hanya membersihkan masjid dari kotoran yang terlihat. Tapi, karena masih pandemi Covid-19, kami juga menyemprotkan disinfektan untuk membunuh virus di sekitar kami,” kata Hendi.

Baca juga: Fengsui Mengatakan Ada 5 Kesalahan Umum dalam Penataan Rumah

Rencananya, lanjut Hendi, kegiatan Masjid Jarik pada Ramadhan ini akan dilaksanakan secara serentak sebanyak empat kali dalam sebulan. Ia akan menghadiri acara secara langsung di empat lokasi, yakni Masjid Baiturrahim Barusari, Masjid Siti Fatimah Abimanyu, Masjid Al Muslim Bojong Salaman, dan Masjid Al Iman di Semarang Utara.

Butuh Ddukung Mmasyarakat

Hendi berharap Gerakan Masjid Jarik mendapat dukungan penuh dari masyarakat. Pemerintah Kota Semarang telah membuat surat edaran kepada setiap kepala daerah untuk melaksanakan Masjid Jarik.

“Kami sudah membuat surat edaran kepada Camat dan Lurah untuk melaksanakan kegiatan Masjid Jarik setiap Jumat. Misalnya di kelurahan itu ada empat masjid, kegiatannya bisa dibagi menjadi empat lokasi,” ujarnya.

Baca juga: 4 Zodiak Ini Dibilang Tidak Suka Berbagi, Benarkah?

Sedangkan mengenai petunjuk pelaksanaan ibadah di bulan Ramadhan dan Idul Fitri 1442 Hijriah, Pemerintah Kota Semarang telah mengeluarkan Surat Edaran Nomor B / 1627/451 / IV / 2021.

Baca:  Penurunan jumlah wisatawan di Kota Bandung

Dalam surat edaran ini, Pemerintah Kota Semarang memperbolehkan sholat tarawih dilaksanakan di masjid-masjid dengan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Antara lain penyediaan hand sanitizer, thermogun, jamaah wajib pakai masker, dan penerapan social distancing.

Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk berbuka puasa dan sahur di rumah masing-masing. Kultum atau tausiah selama tarawih tidak boleh lebih dari 15 menit. Sedangkan peringatan Nuzul Quran dan Idul Fitri harus dibatasi 50% dari total kapasitas.

KLIK dan SUKA untuk lebih banyak berita Solopos

Postingan Walikota Semarang untuk Intensifikasi Gerakan Masjid Jarik muncul pertama kali di Solopos.com.