Dibangun Zaman Belanda, Bendungan Di Baki Sukoharjo Ini Dikelilingi 9 Sumber Air

Dibangun Zaman Belanda, Bendungan Di Baki Sukoharjo Ini Dikelilingi 9 Sumber Air
Bendungan dengan Tray Sukoharjo

Solopos.com, SUKOHARJO – Di area Tray, Sukoharjo ada satu bendungan yang merupakan peninggalan jaman penjajahan belanda. Bendungan dengan nama itu.

Meski usianya sudah tua, hingga saat ini bendungan tersebut masih kokoh. Bendungan ini terletak di pinggir persawahan di Desa Menuran, Baki.

Pada zaman dahulu, bendungan ini dinamai De Javaansche Dam Bareng oleh pemerintah kolonial Belanda. Bendungan tersebut merupakan bagian dari pembangunan kanal Baki atau pelurusan Kali Baki pada tahun 1917.

Baca juga: Demi PTM, Vaksinasi Covid-19 Guru dari 20 SMA / SMK Sukoharjo Dipercepat

“Joint Dam sangat erat kaitannya dengan pembangunan Tray Canal. Pemerintah kolonial Belanda menelusuri Sungai Baki untuk memperlancar pasokan air ke sejumlah pabrik tebu dan tembakau, "kata aktivis sejarah dari Baki, Surya Harjono, saat berbincang dengan Solopos.com, Sabtu (24/4/2021).

Surya mengatakan, Joint Dam di Baki, Sukoharjo, dikelola oleh dua pabrik besar, yakni Temulus dan Baki Pandeyan. Kedua pabrik ini mengolah tembakau, tebu, dan beras.

Saat itu, sebagian wilayah Baki merupakan perkebunan tembakau dan tebu yang ditanam oleh masyarakat adat. Pabrik Temulus dan Baki Pandeyan memberikan pendapatan yang besar bagi pemerintah kolonial Belanda.

Baca juga: Berawal dari Jemaah Batuk, Begini Kronologis Munculnya Gugusan Masjid di Jaten Karanganyar

Pada musim kemarau, sulit bagi petani tembakau dan tebu untuk mendapatkan pasokan air. Saat itu, pintu bendungan dibuka untuk dialirkan ke perkebunan tembakau dan tebu.

Berfungsi dengan Baik

“Sampai saat ini Bendungan Bareng masih berfungsi dengan baik. Pembangunan bendung juga terlihat kokoh meski sudah tua,” ujarnya terkait kondisi bendungan di Baki, Sukoharjo.

Surya menuturkan, Bendungan Bareng dikelilingi sembilan sumber air yang tak pernah kering saat musim kemarau. Sumber air tersebut dimanfaatkan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan air bersih, termasuk mengairi lahan pertanian di kawasan Baki.

Baca:  Begini Strategi Mbak Yuni Bangkitkan Korban PHK di Masa Pandemi

Baca juga: Masih Kisruh, 22 Pengunjung Pasar Malam Sukowati Sragen Langgar Prokes

Konon masyarakat setempat percaya bahwa sumber air kesembilan itu bisa menyembuhkan berbagai penyakit. Dulu tidak sedikit orang yang mengambil air dan membawanya pulang untuk pengobatan penyakit kronis.

“Ada juga tradisi menabuh gamelan dan sembahyang di sekitar sumber air pada zaman dulu. Orang mendoakan agar kesehatan dan keselamatan selalu diberikan,” kata Surya.

Warga Desa Menuran, Kecamatan Baki, Sukoharjo, Suwito mengatakan, Bendungan Bareng merupakan potensi desa yang bisa dijadikan alternatif destinasi wisata.

Baca juga: Diambil Nongkrong di Pasar Klewer Solo, 10 Motor Potensi Brong Disita Polisi

Lokasi bendungan bisa digunakan untuk bersantai karena dikelilingi pepohonan yang rindang. Orang juga bisa bermain air di bendungan.

Saat ini, lanjut Suwito, masyarakat sedang berdiskusi untuk membersihkan sampah dan mempercantik Bendungan Bersama.

“Tidak ada salahnya jika bendungan dari zaman penjajahan Belanda ini dioptimalkan oleh masyarakat sekitar. Bisa menjadi tujuan wisata lokal,” ucapnya.

Pos yang Dibangun pada zaman Belanda, Bendungan di Baki Sukoharjo yang dikelilingi 9 sumber air ini muncul pertama kali di Solopos.com.