200.000 Warga India Diprediksi Meninggal dalam 3 Pekan

200.000 Warga India Diprediksi Meninggal dalam 3 Pekan
pasien gangguan pernapasan di dalam mobil menunggu untuk dirawat di rumah sakit Covid-19 untuk perawatan, di tengah penyebaran virus corona di Ahmedabad, India,

Solopos.com, JAKARTA – Tsunami Covid-19 di India tak henti-hentinya menimbulkan berita yang mengkhawatirkan. Selasa (27/4/2021), India bahkan kembali mencetak rekor kasus infeksi dan kematian akibat Covid-19. Jumlah orang India yang meninggal, yang setara dengan itu bahkan diprediksi akan berlipat ganda dalam tiga minggu.

Sebuah penelitian di Amerika Serikat (AS) memprediksikan bahwa angka kematian akan terus meningkat hingga pertengahan Mei 2021. Institute for Health Metrics and Evaluation (IHME) di University of Washington, AS memprediksikan bahwa lebih dari 200.000 orang India akan meninggal karena Serangan Covid. -19 dalam tiga minggu ke depan sebelum jumlah korban tewas meningkat lagi.

"Puncaknya, sekitar 16 Mei 2021, India diperkirakan akan menerima tambahan 13.000 kematian per hari," kata laporan itu, dilansir Straits Times, Rabu (28/4/2021).

Baca juga: Berikut Cara Mengunduh Video Youtube Tanpa Aplikasi …

Jumlah ini sekitar empat kali lipat dari 3.285 kematian yang tercatat di worldometers.info pada Selasa (27/4/2021), yang kembali memecahkan rekor. Korban tewas akibat Covid-29 di India terus memecahkan rekor dalam sepekan terakhir.

Jumlah kasus terkonfirmasi harian juga memecahkan rekor global dalam lima hari terakhir dengan pada hari Selasa mencapai 362.902 kasus. Menurut studi IHME, angka kematian harian akibat Virus Corona di suatu negara dianggap sebagai indikator terbaik dari perkembangan pandemi, meskipun secara umum ada jeda 17 hingga 21 hari antara infeksi dan kematian.

Sudah 200.000 kematian

Secara keseluruhan, India telah melaporkan hampir 18 juta kasus dan lebih dari 200.000 kematian. Namun, pakar kesehatan memperkirakan angka aslinya bisa jadi jauh lebih besar.

Direktur IHME Christopher Murray mengatakan bahwa penelitian yang dilakukan mendeteksi kurang dari 5% populasi yang terinfeksi. Artinya, jumlah kasus yang terdeteksi masih harus dikalikan 20 atau lebih untuk mendapatkan jumlah asli infeksi yang terjadi di India. Tingkat penularannya sekarang sangat tinggi, kata Murray.

Baca:  3 Hal Penting di Dalam Pernikahan Beda Agama

Baca juga: Balikkan Hoax: Vaksin Covid-19 yang Dibuat Sebelum Pandemi?

Studi IHME menyebutkan adanya penurunan tren kasus Covid-19 dan kematian di India dari September hingga pertengahan Februari. Namun, situasinya berbalik secara dramatis pada bulan April ini dengan lonjakan infeksi.

IHME memprediksi bahwa setidaknya 1 dari 4 orang di India telah terinfeksi Virus Corona, dan Covid-19 sudah menjadi penyebab kematian kelima terbesar di India. Jumlah total kasus di India diperkirakan menyentuh 960.000 kasus pada 1 Agustus 2021.

Namun, sekitar 80.000 nyawa bisa diselamatkan jika 95 persen penduduknya memakai masker dengan benar di depan umum. Sementara jika program vaksinasi terus berlanjut, 85.600 nyawa juga bisa diselamatkan.

KLIK dan SUKA untuk lebih banyak berita Solopos

Kiriman 200.000 Orang India yang Diprediksi Mati dalam 3 Minggu muncul pertama kali di Solopos.com.