Awas! Ini Cara Membedakan Alat Rapid Test Bekas dan Baru!

Awas! Ini Cara Membedakan Alat Rapid Test Bekas dan Baru!

Kabar tersebut heboh akibat ulah personel Kimia Farma yang menggunakan rapid test bekas pemeriksaan Covid-19 di Bandara Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara. Peristiwa ini diumumkan secara resmi oleh Polda Sumatera Utara dalam jumpa pers, Rabu (29/4). Tindakan keji ini benar-benar membuat geram publik. Publik tak henti-hentinya menganggap ada pihak yang masih memanfaatkan kondisi memprihatinkan ini. Faktanya, polisi memperkirakan 9.000 orang telah diuji menggunakan tes cepat bekas. Lantas, apa kronologi sebenarnya dari kejadian ini? Bagaimana Anda juga bisa membedakan alat tes cepat bekas dan baru agar tidak tertipu?

Kronologi Pengungkapan Alat Uji Cepat Bekas

Berawal dari laporan mencurigakan terkait pemeriksaan Rapid Test dari calon penumpang. Hal ini membuat polisi mengambil langkah penyamaran untuk menganalisis lebih lanjut. Seorang petugas Polisi Kriminal yang mengenakan pakaian sipil menyamar sebagai calon penumpang dan melakukan tes antigen cepat.

Dia mengisi daftar calon pasien dan mendapat giliran untuk tes antigen cepat. Setelah antri, polisi dipanggil untuk mengambil sampel usap di kedua lubang hidung. Setelah itu, dia diminta menunggu hasilnya di ruang tunggu. Sekitar 10 menit, hasil rapid test keluar dan polisi dinyatakan positif Covid-19. Di situlah terjadi perdebatan dan perdebatan. Polisi juga menggeledah seluruh ruang laboratorium dan menangkap petugas Kimia Farma.

"Petugas Reskrim Poldasu menemukan barang bukti ratusan alat yang digunakan antigen cepat untuk pengambilan sampel (ternyata) digunakan dan didaur ulang," tulis Polda Sumut, Rabu (28/4/2021).

Petugas Kimia Farma juga memberikan informasi saat diinterogasi oleh polisi. Ia mengatakan bahwa alat yang digunakan untuk penyeka (tongkat) dicuci dan dibersihkan untuk digunakan kembali.

“Itu yang kita bersihkan dengan alkohol 75 persen dan dilap kuas. Tidak rusak,” ucapnya.

Sudah Dilakukan Sejak Desember 2020

Bagaimana membedakan alat uji cepat bekas dan baru

Diketahui, praktik ilegal ini diprakarsai oleh Manajer Bisnis PT Kimia Farma berinisial PM. Dijelaskan bahwa tenaga medis menggunakan tongkat bekas selama persediaan masih ada. Reagen yang digunakan adalah reagen baru.

"Kita pakai yang lama atau bekas, ada yang baru. Jadi buka yang baru kalau sudah tidak ada stok (bekas) lagi. Dikirim setiap hari. Tiap hari ada pasien. Sedangkan stok lama masih ada, kami menggunakannya, ”katanya.

Kapolda Sumur Inspektur Jenderal Pol Panca Putra Simanjuntak menilai apa yang dilakukan individu tersebut tidak memenuhi persyaratan dan standar yang diatur dalam UU Kesehatan. Tongkat bekas yang digunakan kembali untuk pasien yang berbeda serta sertifikat yang dibuat oleh pelaku. Sayangnya, daur ulang tongkat sudah berjalan sejak Desember 2020.

“Selanjutnya apakah dia reaktif atau tidak, kita kembalikan kepada yang melakukan tes usap. “Dari hasil pengungkapan jajaran Ditreskrimsus Polda Sumut, kegiatan atau daur ulang ini sudah dilakukan pelaku sejak Desember 2020,” ujarnya.

Baca juga: Masa Larangan Mudik Diperpanjang dan Ketidakcakapan Diperketat!

Ini sudah dilakukan terhadap 9000 calon penumpang

Panca memperkirakan 9.000 penumpang telah diperiksa menggunakan uji cepat bekas.

Baca:  Bangkitkan Semangat Diri Saat Pandemi bersama ALIVE Fest 2020

“Kami masih menjajaki. Yang jelas dalam satu hari ada 100 hingga 150 dan 200 penumpang melakukan tes swab ini. Kalau kami hitung, bisa sampai tiga bulan 9.000 orang,” jelasnya.

Siapa yang terlibat dalam operasi ini?

  • Lab Business Manager (BM). Kimia Farma berinisial PM (45). Bertanggung jawab atas laboratorium.
  • Kurir lab Kimia Farma berinisial SR (19). Pengiriman tongkat bekas dari Kualanamu ke Lab Kima Farma dan sebaliknya.
  • CS di Laboratorium Klinik Kimia Farma, DJ (20). Melakukan daur ulang tongkat.
  • Admin Lab Kimia Farma, M (30). Melaporkan notulen ke kantor pusat
  • Admin hasil swab, R (21).

Hukuman

Mereka dikenai sanksi pidana pasal 98 ayat (93) juncto Pasal 196 Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dengan ancaman pidana penjara paling lama 10 tahun. Kemudian Pasal 8 huruf (b), (d), dan (e) juncto Pasal 62 ayat 1 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.

Ketentuan perundang-undangan diancam dengan pidana penjara paling lama 5 tahun dan denda Rp 2 miliar, kata Panca.

Langkah apa yang dilakukan Kimia Farma?

PT Kimia Farma telah memecat lima orang yang terlibat dalam kegiatan tersebut.

"Kimia Farma memecat petugas setelah ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Sumut dalam kasus penggunaan kembali alat rapid test antigen di Bandara Kualanamu, Sumut," tulis manajemen Kimiar Farma.

Baca Juga: Mudik Dalam Kota dan Layanan Luar Boleh, Ini Syaratnya!

Bahaya Menggunakan Peralatan Tes Cepat Bekas

Seperti diketahui bahwa rapid test stick merupakan media yang digunakan untuk mengelap permukaan yang dapat menjadi indikator ada tidaknya suatu virus. Jika digunakan berulang kali, hal ini akan menimbulkan risiko penularan virus, meskipun telah dibersihkan menggunakan alkohol. Hal tersebut diungkapkan dr. Puri Safitri Hanum, Sp.PD.

Makanya pengambilan sampel dari hidung atau tenggorokan melalui proses swab. Siapa tahu pasien pertama positif, baru dipakai lagi di pasien kedua, jadi virus harus bisa masuk ke pasien kedua. Dan itu kejahatan jika dilakukan, ”kata dr. Hanum kepada Berita Anak Surabaya, Jumat (30/4).

Bagaimana Membedakan Peralatan Uji Cepat Bekas dan Baru

So Mams tetap waspada dan tahu cara membedakan rapid test kit bekas dan baru. Hal tersebut dijelaskan Juru Bicara Satgas Covid-19 Sumatera Utara, Dr. Aris Yudhariansyah. Menurutnya, rapid test kit tersebut dikemas dalam kemasan sekali pakai atau sekali pakai sehingga harus membuka yang baru bila menggunakan pasien yang berbeda.

“Jadi kalau terbuka, patut dicurigai antigennya bisa didaur ulang atau yang lainnya,” kata Aris kepada wartawan, Rabu (28/4).

Kemarahan dan kekecewaan pasti bercampur ketika saya melihat berita ini. Kita hanya bisa berdoa semoga ini tidak terjadi lagi bu.

Pos Awas! Inilah Cara Membedakan Alat Uji Cepat Bekas dan Baru! muncul pertama kali di Mamapapa.id.